• Oct
    28

    Upload: 28/10/2016 Jam 09:40:35 Oleh: Admin

    Kategori: Informasi Sekolah

    Keadaan dilapangan, masih banyak siswa yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, seperti suka membuang sampah sembarangan dan suka menyimpan sampah di laci bawah meja.Hal ini merupakan kebiasaan buruk siswa yang paling sering dilakukan. Jika hal ini terus dibiasakanm, dikhawatirkan menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan. Dampaknya bagi lingkungan diantaranya menimbulkan penyakit, bau tidak sedap sampai kepada bencana seperti banjir, jika aliran selokan aatau sungai tersumbat.

    Sebuah lingkungan yang nyaman tentunya merupakan lingkungan yang bersih. Salah satu indikator kebersihan adalah minimnya sampah yang nampak. Dengan demikian, lingkungan yang bersih dan asri tersebut diharapkan dapat membuat para siswa lebih betah untuk belajar di sekolah. Sekaligus menyatakan ungkapan “sekolah adalah rumah kedua”. Meningkatnya kenyamanan tersebut akan membawa dampak yang baik bagi proses belajar. Mereka dapat lebih menikmati waktu-waktu belajarnya dengan perasaan yang nyaman.

    Meningkatkan kepedulian lingkungan siswa, terutama dalam hal kebersihan, seperti membuang sampah pada tempatnya dapat ditanamkan dan dibiasakan melalui program Tiket Sampah. Setelah program tersebut berjalan, diharapkan kelas dapat menjadi bersih dan tidak ada lagi sampah dilaci bawah meja belajar siswa

      

    Gambar 14. Pengumpulan tiket sampah dikelas

    Pada tahap pertama, siswa diminta untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar mereka termasuk yang ada di dalam laci laci meja belajar. Sampah yang dikumpulkan kemudian dimasukan kedalam wadah kantong plastic yang sudah disiapkan, dan seterusnya disetorkan kredalam bank sampah sekolah. Kemudian setelah tahap pengumpulan sampah selesai, sampah tersebut dipilah menjadi dua jenis. Pertama sampah untuk disetorkan ke bank sampah Kota Malang dan kedua sampah mana yang bisa didaur ulang untuk dijadikan sebuah karya. Terakhir, sampah tersebut diperlakukan menurut pengelompokan tersebut.

    Di lain sisi, sampah yang dipilah dengan tujuan daur ulang, dapat langsung diolah oleh siswa. Mereka menyiapkan bahan-bahan tambahan yang mereka perlukan sendiri, tentunya tetap menggunakan konsep daur ulang yang mengharuskan penggunaan bahan bekas. Dengan sentuhan kreatifitas masing-masing, sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai apapun hasilnya akan menjadi berbeda. Contoh Hasil dari pengolahan sampah

      

    15. Sampah yang didaur ulang menjadi  kerajinan

    Gambar 16. Produk hasil daur ulang sampah

    Dengan demikian, salah satu tujuan di adakannya program Tiket Sampah adalah terwujudnya kebersihan sekolah dari sampah plastik, menumbuhkan jiwa sosial, serta memunculkan gagasan kreatif siswa tentang pengolahan limbah menjadi sebuah karya yang memiliki nilai estetis maupun jual. Mereka akan mulai berpikir, bahwa sesuatu yang dianggap tidak memiliki nilai bisa menjadi sesuatu yang lebih berarti bagi orang lain. Tentunya dengan ditambah ketrampilan masing-masing pengolahan untuk membuat sampah menjadi produk yang demikian menarik serta konsistensi dalam menjalankan.

    Dari hasil pengumpulan sampah sekolah ke bank sampah kota malang selama satu bulan didapat uang sebesar Rp. 400.000. Hasil tersebut kemudian dikumpulkan untuk satu tujuan, yaitu bakti sosial kepada yatim piatu yang berhak untuk mendapatkan. Tahapan pengumpulan tersebut tentunya tidak sekali dua kali saja dalam prosesnya. Tetapi diperlukan konsistensi agar bisa terkumpul sesuai dengan target yang ingin dicapai.

    Hasil pengumpulan tiket sampah satu bulan tersebut di gabungkan dengan hasil penjualan kreasi sampah daur ulang siswa dan sumbangan dari siswa , bapak ibu guru digabungkan untuk diberikan kepanti asuhan dalam rangka kegiatan bakti sosial masyarakat yang diadakan pada awal bulan september bertempat di yayasan yatim piatu Sunan Kalijaga Malang. Diharapkan apa yang menjadi suatu program tiket sampah bisa menimbulkan rasa berbagi dan kepedulian sosial bagi kaum yang membutuhkan. Dibawah ini terlihat beberapa gambar saat pelaksanaan kegiatan.

      ss

    Gambar 17. Memberikan bantuan ke yatim piatu dari hasil bank sampah 

      

    Gambar 18. Siswa merasa senang bisa menyalurkan bantuan ke yatim piatu Yayasan Sunan Kalijaga.
     

                Setelah siswa menjalankan program tersebut, pendapat mereka cenderung berkeinginan melakukan kegiatan serupa di lain kesempatan. Hal tersebut dapat berarti, benih-benih karakter kepedulian sosial sudah mulai muncul dalam diri mereka. Siswa mulai menyadari tentang pentingnya peduli kepada sesama.

    Poin  karakter yang bisa kita tanamkan kesiswa  adalah :

    1.      Kepedulian sosial teman, lingkungan dan masyarakat dalam hal penanggulangan sampah

    2.      Kerjasama dalam hal mengumpulkan tiket sampah

    3.      Kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan dari hasil penjualan tiket sampah